Minggu, 07 Januari 2018

Peran Media Sosial bakal Meningkat dalam Pilkada 2018

PROSES politik dinilai akan mengalami perubahan pada pilkada serentak pilkada 2018. Peran media sosial bakal meningkat sebagai medium opini publik. Penggunaan media sosial untuk medium opini publik ini salah satunya dilakukan oleh Partai Golkar. Partai besutan Airlangga Hartarto itu menyampaikan pesan lewat video soal tiga program rakyat Golkar. Video ini beredar luas dan berantai di jejaring aplikasi WhatsApp Messenger dan Youtube. Pendiri Lembaga Survei Indonesia (LSI)vDenny JA menyebut pemanfaatan media sosial itu sebagai langkah maju dan jeli dari Airlangga. Saat partai lain masih 'tidur', kata dia, Golkar sudah bergerak selangkah lebih maju dengan menyampaikan ke publik program nasionalnya untuk pilkada. "Kita belum tahu apa program nasional partai lain menghadapi pilkada. Tapi kita tahu program nasional Golkar," ujar Denny dalam keterangan tertulisnya, hari ini. Denny menyebut tiga program rakyat Golkar ditampilkan dengan teknik zaman now atau speed drawing. Selang seling antara pidato Airlangga dan animasi. Dalam video itu, kata dia, Airlangga menyampaikan rakyat datang ke TPS tak sekedar meramaikan pesta demokrasi. Tapi rakyat datang itu inginkan hidupnya berubah. Golkar meminta semua kadernya dari Aceh sampai Papua menyebarkan program nasional Golkar tiga program rakyat yakni sembako terjangkau, perbanyak lapangan kerja, dan rumah terjangkau. Pelaksaaan program ini disesuaikan dengan kondisi masing masing wilayah. "Sejak datangnya sosial media, medan politik tak lagi sama. Tokoh dan partai yang jaya adalah yang memaksimalkan sosial media," kata dia. (MTVN/OL-7)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar